KURIKULUM✨
Nama : VITIANI
Nim : 12001264
KURIKULUM
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang terdapat sistem dalam pendidikan, kurikulum nantinya akan diharapkan dapat menjadi pedoman atau sebagai arahan dalam pelaksanaan proses pendidikan, baik dijenjang sekolah dasar sehingga perguruan tinggi. Kurikulum selalu ada di lembaga-lembaga pendidikan di sekolah formal. Peran kurikulum adalah untuk memastikan agar proses dalam pembelajaran berjalan terarah. Bahkan ada yang pernah bilang, jika tidak ada kurikulum proses pendidikan tidak akan ada. Hal itu dikarenakan kurikulum menentukan aktivitas proses pendidikan dalam bentuk kegiatan pembelajaran. Tentunya setiap jenjang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan. Bahkan bisa diganti setiap tahunnya. Fungsi dari kurikulum ini ada bermacam-macam tergantung pada yang memiliki kepentingan, dalam hal ini adalah pihak dari yang terlibat dalam sebuah aktivitas pendidikan atau pembelajaran di sekolah. Contoh kurikulum ini berfungsi untuk pedoman bagi para guru dalam membuat materi dan tugas-tugas yang bisa dipelajari oleh peserta didiknya. Di dalam dunia pendidikan formal, kurikulum ini memegang peran penting dalam tercapainya kesuksesan belajar mengajar. Seiring berkembangnya zaman, kurikulum sering mengalami yang namanya perubahan, lebih tepatnya kurikulum ini berkembang dari zaman ke zamannya karena zaman itu berbeda-beda konsep, maka dari itu kurikulum nya berkembang seperti teknologi di jaman sekarang ini yang berkembang pesat. Kurikulum merupakan sebuah kumpulan rencana, tujuan, materi pembelajaran, dan bahkan cara mengajar yang digunakan sebagai pedoman oleh pengajar demi ketercapaian nya tujuan akhir dalam pembelajaran. Sebagai alat pendidikan, tentunya kurikulum diciptakan bukan tanpa tujuan saja. Bahkan, kurikulum muncul dan terus berkembang agar dapat mencapai tujuan pendidikan. Tujuan utama dari kurikulum yang ada ialah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik kreatif, inovatif dan juga afektif Ketika dia berada pada lingkungan masyarakat kelak nanti.
Selain itu, kurikulum ini juga bertujuan dalam mendidik dan membimbing peserta didik agar dapat berkontribusi secara efektif dan positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Setiap negara ini memahami betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa dan negara. Maka dari itu, setiap negara merumuskan tujuan kependidikan yang diinginkan untuk dicapai melalui kurikulum di setiap negara. Kurikulum di setiap negara juga tentunya berbeda-beda berdasarkan pada negara nya sendiri, keadaan sosial politik serta sumber daya manusia atau SDM dan alam yang terdapat pada negara tersebut. Setiap negara juga tentunya memiliki potensi dan tujuan yang berbeda-beda untuk tercapainya target yang diinginkan negara tersebut.
Adapun pengertian Kurikulum ini juga disampaikan dalam UU dan oleh para ahli pendidikan, berikut pengertian menurut mereka:
1. Menurut Prof. Dr. S. Nasution
Prof. Dr. S. Nasution dalam bukunya yang berjudul Kurikulum dan Pengajaran menyatakan, kurikulum adalah serangkaian penyusunan rencana untuk melancarkan proses belajar mengajar. Adapun rencana yang disusun tersebut berada di bawah tanggung jawab lembaga pendidikan dan parah pengajar di sana.
2. Dr. Nana Sudjana
Dalam buku yang berjudul Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah karya Dr. Nana Sudjana disebutkan, pengertian kurikulum adalah kumpulan niat dan harapan yang tertuang dalam bentuk program pendidikan yang kemudian dilaksanakan dan diterapkan oleh guru di sekolah bersangkutan.
3. Harold B. Alberty
Harold menyatakan bahwa kurikulum merupakan semua kegiatan yang diberikan kepada peserta didik atas tanggung jawab sekolah. Kurikulum ini tak hanya terbatas pada segala hal di dalam kelas saja, melainkan juga semua kegiatan di luar sekolah.
4. Saylor, Alexander, dan Lewis
Menurut ketiga tokoh tersebut, kurikulum merupakan semua upaya yang diadakan dan dilakukan oleh pihak sekolah untuk menstimulus peserta didik belajar, baik belajar di dalam kelas, di halaman sekolah, maupun ketika berada di luar sekolah. Sementara itu, dalam UU tentang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 pasal 1 butir 19 disebutkan, kurikulum merupakan seperangkat pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan.
Maka kurikulum memiliki fungsi yang penting. Sementara itu, fungsi dapat diartikan secara variatif sesuai dengan bidang yang memakai istilah.
1. Fungsi Untuk Penyelenggara
Fungsi dalam konteks kurikulum sebagai salah satu bagian dari sistem penyelenggara pendidikan demi mewujudkan tujuan pendidikan adalah sebagai berikut:
a. Fungsi Integrasi
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum dapat menjadi alat yang akan membentuk pribadi-pribadi peserta didik yang utuh dan berintegritas di masyarakat melalui dunia pendidikan.
b. Fungsi Persiapan
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum mampu memberikan modal atau persiapan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri memasuki jenjang berikutnya, termasuk siap untuk hidup di masyarakat ketika tidak ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
c. Fungsi Penyesuaian
Ketiga adalah fungsi penyesuaian, di mana kurikulum dapat melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat dan cenderung dinamis.
d. Fungsi diferensiasi
Keempat ada fungsi kurikulum sebagai diferensiasi, artinya kurikulum menjadi alat pendidikan yang memperhatikan setiap pelayanan kepada peserta didiknya. Sebab setiap peserta didik memiliki perbedaan satu sama lain.
e. Fungsi Diagnostik
Kelima adalah fungsi diagnostik, yaitu menyatakan bahwa kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik supaya dapat terus menggali dan mengasah potensi tersebut, termasuk memperbaiki kelemahan yang dimiliki.
f. Fungsi Pemilihan
Terakhir ada fungsi pemilihan, yaitu menyatakan bahwa kurikulum memberikan fasilitas kepada peserta didik dengan cara memberikan kesempatan kepada mereka dalam memilih program pembelajaran sesuai minat dan bakat masing-masing anak.
Selain fungsi-fungsi di atas, kurikulum juga dapat dilihat dari fungsinya untuk setiap pihak yang terlibat dan terkait.
2. Fungsi Bagi Pihak Terlibat/Terkait
a. Bagi Kepala Sekolah
Kurikulum mempunyai fungsi bagi kepala sekolah sebagai manajer dan pimpinan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kepala sekolah mempunyai tugas untuk melakukan pengelolaan pendidikan di tempatnya masing-masing, yaitu dengan cara melakukan koordinasi dan supervisi terhadap setiap pembelajaran. Apakah kurikulum diterapkan sesuai ketentuan atau tidak.
b. Bagi Guru Mata Pelajaran
Bagi setiap guru mapel, kurikulum memiliki fungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Sebab setiap pembelajaran tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab setiap guru mata pelajaran.
c. Bagi Peserta Didik
Kemudian yang ketiga, bagi peserta didik, yang menjadi target dari adanya kurikulum. Dalam proses pendidikan, peserta didik adalah pusat perhatian dari setiap pembelajaran. Maka dari itu, kurikulum berfungsi untuk menjadi acuan bagi para siswa mengenai apa saja program-program pendidikan yang harus dipelajari dan dipahami, serta apa saja target pembelajaran yang harus mereka capai di setiap jenjangnya.
d. Bagi orang tua atau masyarakat
Meski tidak terlibat dalam pembelajaran secara langsung, namun orang tua mempunyai peran penting bagi keberhasilan peserta didik. Dalam hal ini mereka akan menerima hasil dari proses pembelajaran yang telah dilakukan di sekolah. Jadi capaian siswa terhadap setiap pembelajaran yang akan dilaporkan kepada orang tua juga tak lepas dari adanya kurikulum.
Komentar
Posting Komentar